Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Selamat Datang Di Blog MWC NU Punggur Kabupaten Lampung Tengah Masa Hikmad 2021-2026

Tiga Hikmah Cobaan Dimasa Pandemi Covid-19 Menurut Sudut Pandang Islam

Tiga Hikmah Cobaan Dimasa Pandemi Covid-19 Menurut Sudut Pandang Islam - Pandemi Covid-19 telah melanda di seluruh pelosok dunia, di kota Wuhan China terkenal sebagai  penyebar virus pertama kali sejak Desember 2019 yang lalu. Kini bukan hanya di China seluruh dunia hampir terjamah oleh virus ganas tersebut yang menimbulkan banyak kehilangan nyawa, banyak kehilangan harta benda dan mata pencaharian. PHK terjadi dimana-mana, pengangguran semakin merajalela. Pejabat Pemerintah seluruh Negara menjadi tersangka utama yang paling disalahkan. Namun cukupkah kita saling menyalahkan.... Cukupkah kita meratapi nasib saat diterpa wabah ini. Tentunya tidak sebagai warga Nahdliyin yang percaya akan Qodho dan Qodar dari Illahi tidak akan demikian.
Tiga Hikmah dibalik Pandemi
Semuanya harus kita kembalikan kepada sang pencipta yang telah mengatur perjalanan dunia sejak kita belum diciptakan. Segala sesuatu yang akan terjadi dan belum terjadi di dunia ini semuanya sudah tertulis di Lauhful Mahfudz. Lauhul Mahfudz adalah kitab yang menuliskan seluruh catatan takdir dan kejadian di alam semesta. Kitab ini terjaga dan keberadaannya telah ada sebelum penciptaan alam jagat raya dan umat manusia.  

Istilah Lauhul Mahfudz berasal dari kata Lauh artinya tulang yang lebar dan dapat ditulisi, sedangkan kata Mahfudz memiliki arti yang terpelihara. Maka dapat dikatakan bahwa Lauhul Mahfudz adalah kitab yang terjaga dan segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak akan berubah atau rusak. 

Ikhtiar sudah kita laksanakan dengan berbagai cara supaya kita dan keluarga kita tidak terpapar Virus tersebut, namun nyatanya tetap saja terjadi melanda di seluruh pelosok Negeri Indonesia kita ini. Jika Iktiar atau usaha sudah kita lakukan maka sebagai hamba yang mukmin baiknya kita melakukan langkah yang kedua yaitu Tawakal berserah diri kepada Allah SWT. Berdo'a memohon segala ampunan dan memohon untuk diberikannya kesehatan kepada kita.

Setelah kita melaksanakan dua hal tersebut kita ambil langkah yang ketiga yaitu mengambil Hikmah dari seluruh kejadian yang ada. Tiga Hikmah Cobaan Dimasa Pandemi Covid-19 Menurut Sudut Pandang Islam. Kali ini admin akan menguraikan hikmah cobaan dimasa pandemi ini.

Cobaan Sebagai Pelebur Dosa

Percayalah Salah satu tujuan Allah menurunkan cobaan adalah menjadi pelebur dosa bagi hamba-hambanya yang beriman. Semakin besar cobaan maka semakin banyak pula dosa yang dilebur. Allah berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 30 yang berbunyi :

 وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Artinya : "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)". ( QS. Asy-Syura 30). 

Suatu saat Nabi Muhammad SAW mengunjungi orang sakit yang menderita demam, beliau berkata : “Saya punya kabar baik untuk anda. Karena sesungguhnya Tuhanku telah mengatakan kepadaku demam adalah hukumanku yang aku berikan kepada orang-orang yang beriman agar mereka tidak perlu dihukum di neraka.”

Ini adalah hukuman yang Allah berikan agar anda selamat dari hukuman kehidupan selanjutnya. Berarti menderita suatu penyakit merupakan berkah terselubung. Yang manusia itu sendiri tidak akan pernah mengetahuinya. 

Didalam Hadits Nabi yang lain diterangkan Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari 5660 dan Muslim: 2571).

“Tidaklah seseorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.”  (HR Bukhari: 5641).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya.” (HR Muslim: 2573). 

“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga dia menghapuskan setiap dosa darinya”. (HR al-Hakim I/348). 

Dari sumber Al-Qur'an dan beberapa hadits yang admin kutip tentunya membuat kita tidak lagi berburuk sangka kepada Allah, Tidak berburuk sangka kepada Pimpinan dan kepada seluruh mahluk hidup didunia ini.


Cobaan Mengangkat Derajat Manusia

Disaat Allah menurunkan suatu cobaan adakalanya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba disisi-Nya. Pada hakikatnya segala cobaan yang diberikan oleh Allah itu mencerminkan rasa kasih sayang-Nya kepada hamba-hambanya yang beriman. Allah tidak akan rela menimpakan azab-Nya kelak di akhirat. Hingga digantikan dengan azab yang sangat ringan didalam dunia ini. Jadi pada intinya jika Allah semakin cinta kepada seorang hamba maka ujian dan cobaan akan diberikan yang lebih berat.

Karena jika kita mampu dan lulus dengan ujian yang telah diberikan oleh Allah maka derajat dan kemuliaan-lah yang akan kita dapatkan. Namun jika kita tidak mampu menerima bahkan tidak lulus dengan ujian ini maka terpuruklah kita.

Nabi Bersabda : “Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya.” (HR Muslim: 2572) 

Dari Anas radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda :

 إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا ، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

رواه الترمذي (2396) وحسنه ، وصححه الألباني في "صحيح الترمذي "

Artinya : “Ketika Allah menginginkan hamba-Nya suatu kebaikan, maka disegerakan hukumannya di dunia. Kalau Allah menginginkan hamba-Nya suatu kejelekan, maka dosanya ditahan sampai dibalas nanti di hari kiamat.” HR. Tirmizi, 2396 dan dihasankan. Dinyatakan shoheh oleh Albani di shoheh Tirmizi.

Cobaan Menjadi Balasan Dosa

Terkadang Allah menurunkan cobaan untuk menjadi balasan atas segala dosa yang telah kita perbuat. Didalam Al-Qur'an sudah dijelaskan pada surat Asy-Syura ayat 30 diatas bahwa setiap musibah yang menimpamu saat ini adalah oleh perbuatan tanganmu sendiri. Jadi jelaslah sudah bahwa timbulnya wabah didunia saat ini adalah mutlak hasil buah tangan penghuninya yakni manusia itu sendiri. 

Nah sekarang tinggal kita sendiri, apakah benar semua yang terjadi saat karena ulah kita, atau perilaku kita. Jika yang terkena musibah itu orang Islam, berbuat kemaksiatan secara terang-terangan. Atau orang fasik yang Nampak kefasikannya. Bisa jadi persangkaan kuat itu sebagai balasan dan hukuman dari cobaan ini. Karena menghapus kesalahan itu lebih dahulu dibandingkan mengangkat derajat. Orang bermaksiat lebih membutuhkan menghapus kesalahan dibandingkan dengan mengangkat derajatnya.

Begitu pula sebaliknya kalau seorang muslim itu ahli ibadah taat dan sholeh. Tidak ada antara dia dengan Allah hanya ibadah saja. Bersyukur, memuji, kembali dan tunduk kepadaNya subhanalloh. Persangkaan kuat, dalam cobaannya itu dari sisi kemulyaan dan menaikkan derajatnya. Orang ahli ibadah adalah para saksi Allah di bumi, ketika diketahui pada dirinya ada kebaikan, maka mereka diberi kabar gembira dengan menaikkan derajat di sisi Allah kalau dia sabar dalam cobaannya.

Sementara jika orang yang tertimpa musibah nampak tidak ikhlas dan selalu mengeluh, tidak disangka kalau hal itu menjadi penghormatan dari Allah untuk mengangkat derajatnya.  Allah telah mengatahui ketidak sabaran dan ketidak ridoan yang akhirnya timbulah hujatan, umpatan kepada penguasa. Yang lebih dekat dari kejadian saat ini adalah balasan dan hukuman. Sebagian orang sholeh mengatakan “Tanda cobaan itu sebagai balasan dan imbalan adalah tidak sabar ketika ada cobaan dan mengeluh serta mengaduh kepada makhluk".


Demikian Tiga Hikmah Cobaan Dimasa Pandemi Covid-19 Menurut Sudut Pandang Islam. Dengan tulisan ini semoga kita semuanya bisa meraba-raba, bertafakur sejauh mana kita saat ini. Sudahkah mengambil hikmah dari semua yang sedang terjadi ? Mengeluhkah kita....atau..... monggo.... sebelum terlalu jauh kita berprasangka, segera kembalikan kepada sang Kholiq sang pencipta alam semesta ini.

Sebagai warga Nahdliyin yang taat dan patuh sudah selayaknya bisa mengambil hikmahnya dari semua kejadian yang selama ini menimpa kita. Dan tentunya masih banyak lagi hikmah-hikmah yang terselubung yang belum kita ketahui tujuan dari sang pencipta. Wallahu a'lam..... terimakasih.... Wassalam..... ( Andikabm )