Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Selamat Datang Di Blog MWC NU Punggur Kabupaten Lampung Tengah Masa Hikmad 2021-2026

Tahlilan, Yasinan, Sedekah, Sholawat Bid'ah dan Sesat Hukumnya, Cek Faktanya....

Tahlilan, Yasinan, Sedekah, Sholawat Bid'ah dan Sesat Hukumnya, Cek Faktanya....

MWC NU Punggur - Sebagai warga Nahdliyin tentunya sudah tidak asing lagi dengan kegiatan ibadah seperti Tahlilan, Yasinan, Manakiban, Sholawatan dan lain sebagainya. Amaliah tersebut sudah tidak bisa lagi dipisahkan lagi di kalangan warga Nahdliyin karena sudah menjadi Ruh-nya seorang warga NU itu sendiri. Namun amaliah tersebut masih saja dianggap Sesat, Bid'ah dan lain sebagainya oleh para orang-orang Wahabi. 

Ilustrasi Shodaqoh 
Menghukumi suatu perkara tanpa dikaji terlebih dahulu dengan baik itu namanya tidak benar. Tidak semuanya segala sesuatu yang tidak dikerjakan oleh Rasulullah SAW dianggap perkara yang sesat, bid'ah dan kurafat.

Selama perkara yang dikerjakan tersebut tidak menyimpang dengan Al-Qur'an dan Al-hadits, maka itu adalah perkara baru yang baik, seperti contohnya Adzan 2 kali, Sholat tarawih berjama'ah dan lain sebagainya yang dilakukan oleh Sahabat Nabi SAW

Seperti halnya mereka yang sudah terbiasa mengamalkan tahlilan, bacaan yang mereka lakukan tidak sedikitpun menyimpang dari kitab Al-Qur'an dan As-sunnah. seperti, membaca Tasbih ( سبحان الله ), Tahlil ( لا إله إلا الله ), Tahmid ( الحمد لله ), Takbir ( الله أكبر ), Istighfar, Sholawat, ayat Al-Qur'an, Doa bersama dan masih banyak yang lainnya, dan itu semua ada dalilnya di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits kalau kita memang benar-benar faham tentang Al-Qur'an dan Sunah.

Hanya saja amalan-amalan sunnah tersebut dikemas dengan sebuah nama kegiatan yaitu TAHLILAN, YASINAN, SHOLAWATAN. Jangan sampai karena PENAMAAN suatu amaliah saja jadi di sesatkan,  kafirkan,padahal isinya adalah amalan-amalan yang jelas sunahnyua.

Jangan terburu-buru untuk menghukumi sesat, pelajari terlebih dahulu, sebab jika perkataan itu telah keluar dari lisanmu dan jika itu tidak terbukti akan kembali kepada dirimu (sesat). Disini admin akan berikan keterangan yang jelas terkait amalan-amalan yang di katakan sesat, bid'ah tersebut.


Sejarah

Sejarah tentang penyusunan tahlil ada beberapa pendapat, ada yang berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja'far Al-Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut diatas, pendapat yang paling kuat tentang siapa sebenarnya penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H leblh dahulu daripada Sayyid Ja'far Al - Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Definisi

Tahlilan merupakan prosesi penghadiahan pahala kepada orang telah wafat dengan melakukan kegiatan/ melakukan amalan-amalan Sunnah.


Dasar / Dalil

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 ﺗﺼﺪﻗﻮﺍﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻟﻮﺑﺸﺮﺑﺔ ماﺀﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻘﺪﺭﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﺒﺄﻳﺔ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﺍﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻓﺎﺩﻋﻮ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﻐﻔﺮﺓ ﻭﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﺍﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﺪﻛﻢ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ

Artinya : "Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat al-Qur'an. Jika kalian tidak mengerti al-Qur'an, berdo'alah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, Allah SWT telah berjanji akan mengabulkan do'a kalian.'' ( HR. ad-Darimy dan Nasa'i dari lbnu Abbas )

Didalam Hadits yang lain dijelaskan :

    ( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺪﺍﺭﻣﻰ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺉ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ) ﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻋﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﻴﺖﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﻭﺫﻛﺮﺍﺳﺘﻮﺟﺐﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ


Artinya : "Barang siapa menolong mayyit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan dzikir, maka Alloh memastikan surga baginya.” (HR. ad-Darimy dan Nasa’I dari Ibnu Abbas)

Amaliah

Dzikir, sholawat, Pembacaan do'a, Silaturahmi dan lain-lain merupakan amalan-amalan Sunnah sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Our'an dan Al-Hadits dan disepakati oleh para Alim Ulama. Didalam Al-Qur'an disebutkan dalam surat Al-Ahzab ayat 41 dan 42 :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang,” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Pada ayat yang selanjutnya Surah Al-Ahzab ayat 56 :

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya : "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." ( QS. Al-Ahzab 56 )

Dalil-dalil diatas sudah jelas perintah kepada kita untuk selalu berdzikir baik pagi atau sore hari kepada Allah SWT dan selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dan masih banyak lagi dalil-dalai tentang perintah untuk Berdzikir, bersedekah, bersholawat dan ibadah-ibadah yang lain.

Kesimpulan

Kesimpulannya,bahwa tahlilan merupakan rangkaian acara, yang dimana isinya adalah amalan-amalan sunnah dan termasuk lbadah Mahdhah Muthlaqah & lbadah Ghairu Mahdhah.

Dari penjelasan diatas tentunya sudah bisa kita fahami tentang amaliah warga Nahdliyin tidaklah sesat, bid'ah seperti yang dituduhkan orang-orang wahabi. Sebagai warga Nahdliyin tidak perlu ragu lagi saat kita dikatakan bid'ah dolalah dan lain sebagainya.

Terimakasih, Semoga bermanfaat dan bisa kita jadikan pedoman sebagai amaliah kita. Wallohul Muwafgiq Ila Aqwamith Thoriq Wassalamu'alaikum Wr. Wb. (Andikabm)